>> Lebih Fun daripada Hogwarts <<
>> Lebih Keren daripada Oxford <<
Itulah gambaran pendidikan pada zaman Khilafah Islam. Bagaimana tidak? Pendidikan menjadi sesuatu yang harus diperhatikan. Sebab Rasulullah SAW bersabda,”Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah” (HR Ibnu Adi dan Baihaqi).
Oleh karena itu, negara wajib menyediakan fasilitas yang diperlukan agar pendidikan rakyat bisa berjalan sempurna. Tidak ada tawar menawar lagi untuk kenyamanan belajar di sekolah, kelengkapan sarana dan prasarana penunjang pendidikan, kesejahteraan para pengajar, hingga pendidikan bebas biaya. Tentu saja sekolah tersebut tidak menimbulkan stres karena materinya tidak terlalu banyak, dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, dan meningkatkan keimanan.
Standar gaji guru anak-anak pada masa pemerintahan Umar bin Khattab sebesar 15 dinar (1 dinar = 4,25 gram emas) atau insyaAllah setara Rp 10.000.000,- dan diikuti oleh khalifah berikutnya.
Di Baghdad Khalifah al-Muntashir mendirikan Universitas al-Mustanshiriyyah, satu-satunya sekolah Islam terbesar pada masa itu dan bebas biaya. GRATIS+uang saku beasiswa berupa emas seharga 1 dinar.
Itulah contoh model pendidikan kekhilafahan Islam. Seems like fairy tale?